Langsung ke konten
Jangkar Global Groups

Jepang

Perbedaan Visa Magang dan Visa Kerja Jepang bagi WNI

Magang Jepang bertujuan alih keterampilan, dibatasi 5 tahun, dan pada dasarnya tidak boleh pindah kerja. Visa kerja seperti SSW dan visa engineer ditujukan untuk bekerja dengan keahlian tertentu. Mulai 1 April 2027, magang diganti program ESD.

  • Ditulis oleh Jajang Yusup
  • 6 menit baca
Dua jalur bercabang menuju pabrik dan gedung kantor di Jepang, menggambarkan perbedaan visa magang dan visa kerja Jepang
Daftar isi
  1. Apa Itu Visa Magang Jepang (Technical Intern Training)?
  2. Apa Itu Visa Kerja Jepang?
  3. Perbedaan Utama: Magang vs SSW vs Visa Engineer
  4. Jalur dari Magang ke Visa Kerja
  5. Perubahan Besar Mulai 1 April 2027: Magang Diganti ESD
  6. Mana yang Cocok untuk Anda?
  7. Kesimpulan

Perbedaan visa magang dan visa kerja Jepang terletak pada tujuannya. Magang (Technical Intern Training) dirancang untuk alih keterampilan ke negara asal, sedangkan visa kerja seperti Specified Skilled Worker (SSW) dan Engineer/Specialist in Humanities/International Services ditujukan untuk bekerja di Jepang dengan keahlian tertentu. Perbedaan tujuan ini memengaruhi lama tinggal, kebebasan pindah perusahaan, hingga kemungkinan membawa keluarga.

Ada satu perubahan besar yang perlu Anda ketahui: menurut Immigration Services Agency of Japan (ISA), program magang direstrukturisasi menjadi program baru bernama Employment for Skill Development (ESD) yang mulai berlaku 1 April 2027. Artikel ini membahas perbedaan ketiganya dan cara memilih jalur yang sesuai.

Apa Itu Visa Magang Jepang (Technical Intern Training)?

Program magang Jepang, yang juga dikenal dengan istilah ginou jisshu atau TITP, bertujuan mendorong kerja sama internasional melalui alih keterampilan. Peserta belajar teknik dan pengetahuan lewat pelatihan kerja langsung (on the job training) di perusahaan Jepang, dengan harapan keterampilan itu dibawa pulang untuk membangun negara asal.

Menurut keterangan Kedutaan Besar Jepang, ketentuan pokok magang adalah:

  • Lama tinggal maksimal 5 tahun, terbagi atas tiga tahap: tahun pertama (Technical Intern Training i), tahun kedua dan ketiga (ii), serta tahun keempat dan kelima (iii).
  • Untuk naik ke tahap berikutnya, peserta wajib lulus ujian keterampilan praktik. Dari tahap (i) ke (ii) juga ada ujian tertulis.
  • Pindah tempat kerja pada dasarnya tidak diperbolehkan.
  • Peserta minimal berusia 18 tahun dan dalam kondisi sehat.

Karena tujuannya pelatihan, peserta magang terikat pada rencana pelatihan di perusahaan penerima. Di sinilah perbedaan mendasarnya dengan visa kerja.

Apa Itu Visa Kerja Jepang?

"Visa kerja Jepang" sebenarnya mencakup beberapa status tinggal. Dua yang paling sering dipakai WNI adalah:

Specified Skilled Worker (SSW / Tokutei Ginou)

SSW dibuat pemerintah Jepang untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di bidang tertentu. Status ini terbagi dua:

  • SSW (i): untuk pekerja dengan keterampilan tertentu. Lama tinggal maksimal 5 tahun. Pemohon perlu lulus ujian keterampilan bidang terkait dan ujian bahasa Jepang setara A2.2 (misalnya JLPT N4). Berdasarkan dokumen ISA revisi Juli 2026, SSW (i) mencakup 19 bidang industri.
  • SSW (ii): untuk pekerja dengan keterampilan lebih tinggi. Tidak ada batas jumlah perpanjangan. Pemohon perlu lulus ujian SSW (ii) dan, menurut ISA, bahasa Jepang setara B1 (misalnya JLPT N3). SSW (ii) tersedia di 11 bidang.

Pemegang SSW boleh pindah tempat kerja dalam kategori pekerjaan yang sama. Untuk keluarga, Kedutaan Besar Jepang menjelaskan bahwa SSW (i) tidak dapat membawa keluarga, sedangkan SSW (ii) dapat membawa keluarga.

Jika Anda tertarik dengan jalur ini, baca juga kabar tentang pembukaan visa SSW sektor medis.

Engineer/Specialist in Humanities/International Services

Status ini, yang sering disebut gijinkoku atau visa engineer, ditujukan untuk tenaga profesional dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja yang relevan, serta kontrak dengan perusahaan atau lembaga di Jepang. Contohnya insinyur, pengembang perangkat lunak, penerjemah, atau staf pemasaran internasional.

Menurut Kedutaan Besar Jepang, status ini tidak memiliki batas total lama tinggal seperti magang dan SSW. Masa tinggal diberikan per periode dan dapat diperpanjang selama syaratnya terpenuhi.

Perbedaan Utama: Magang vs SSW vs Visa Engineer

Berikut perbandingan ringkas berdasarkan sumber resmi:

1. Tujuan

  • Magang: alih keterampilan dan kerja sama internasional.
  • SSW: mengisi kekurangan tenaga kerja di bidang tertentu.
  • Visa engineer: bekerja dengan keahlian profesional berbasis pendidikan atau pengalaman.

2. Lama tinggal

  • Magang: maksimal 5 tahun.
  • SSW (i): maksimal 5 tahun. SSW (ii): tanpa batas jumlah perpanjangan.
  • Visa engineer: tanpa batas total, diperpanjang per periode.

3. Pindah tempat kerja

  • Magang: pada dasarnya tidak boleh.
  • SSW: boleh dalam kategori pekerjaan yang sama.
  • Visa engineer: boleh, selama pekerjaan barunya masih sesuai dengan status tinggal.

4. Membawa keluarga

  • SSW (i): tidak boleh.
  • SSW (ii): boleh.
  • Sumber resmi yang kami rujuk tidak merinci ketentuan keluarga untuk magang, jadi tanyakan langsung ke lembaga pengirim.

5. Syarat bahasa dan keterampilan

  • Magang: ujian keterampilan untuk naik tahap.
  • SSW (i): ujian keterampilan dan bahasa Jepang A2.2 (setara JLPT N4).
  • SSW (ii): ujian SSW (ii) dan bahasa Jepang B1 (setara JLPT N3).
  • Visa engineer: dinilai dari kesesuaian pendidikan atau pengalaman dengan pekerjaan.

Jalur dari Magang ke Visa Kerja

Magang dan SSW tidak sepenuhnya terpisah. Menurut Kedutaan Besar Jepang, peserta yang berhasil menyelesaikan Technical Intern Training (ii) dibebaskan dari ujian yang biasanya diwajibkan untuk SSW (i). Dengan begitu, banyak peserta magang melanjutkan ke SSW (i) setelah masa magang, lalu naik ke SSW (ii) bila lulus ujiannya.

Jalur ini menarik bagi yang belum memenuhi syarat bahasa saat berangkat, karena memberi waktu untuk belajar sambil bekerja.

Perubahan Besar Mulai 1 April 2027: Magang Diganti ESD

Undang-undang revisi keimigrasian Jepang diundangkan pada 21 Juni 2024 dan, menurut ISA, berlaku mulai 1 April 2027. Sejak tanggal itu, program magang direstrukturisasi menjadi Employment for Skill Development (ESD), yang dalam bahasa Jepang disebut ikusei shuro.

Pokok-pokok ESD menurut dokumen ISA:

  • Tujuan: mengembangkan dan menjamin tenaga kerja di bidang yang kekurangan tenaga, dengan target keterampilan setara SSW (i) setelah 3 tahun bekerja di Jepang.
  • Bahasa saat masuk: minimal A1 (misalnya JLPT N5 atau JFT-Basic), atau mengikuti kelas bahasa yang setara.
  • Pindah perusahaan atas keinginan sendiri diperbolehkan dengan syarat tertentu, antara lain lulus ujian keterampilan dan bahasa pada level yang ditentukan. Ini berbeda dengan magang yang pada dasarnya tidak memperbolehkan pindah kerja.
  • Bidang: 17 bidang industri ESD per Juli 2026.
  • Bila belum lulus ujian untuk beralih ke SSW (i) di akhir program, peserta boleh tinggal hingga satu tahun tambahan untuk mengulang ujian.

Bagaimana dengan peserta magang saat ini?

ISA mengatur masa transisi sebagai berikut:

  1. Peserta yang masuk Jepang sebelum 1 April 2027 dan masih menjalani magang pada tanggal itu dapat melanjutkan magangnya, termasuk naik ke tahap berikutnya bila memenuhi syarat.
  2. Peserta yang rencana magangnya diajukan untuk akreditasi sebelum 1 April 2027 (dan pelatihan dimulai dalam 3 bulan setelah tanggal itu) masih dapat masuk sebagai peserta magang.
  3. Peserta magang tidak dapat beralih ke program ESD.

Artinya, bagi WNI yang baru akan berangkat setelah April 2027, jalur yang tersedia adalah ESD, SSW, atau visa kerja profesional, bukan magang.

Mana yang Cocok untuk Anda?

Pilihan jalur bergantung pada kondisi Anda saat ini:

  • Belum punya keterampilan khusus dan bahasa Jepang masih dasar: ESD (mulai April 2027) memberi kesempatan belajar sambil bekerja hingga mencapai level SSW (i).
  • Sudah lulus ujian keterampilan bidang tertentu dan JLPT N4 atau setara: Anda bisa langsung mengajukan SSW (i). ISA mencatat ujian dapat diikuti di luar Jepang tanpa melalui ESD.
  • Lulusan sarjana atau berpengalaman di bidang teknik, TI, atau humaniora: visa engineer lebih sesuai, karena tidak dibatasi total lama tinggal.
  • Ingin membawa keluarga dalam jangka panjang: targetkan SSW (ii) atau visa profesional.

Apa pun jalurnya, kelengkapan dokumen sangat menentukan. Pelajari estimasi lama proses visa kerja Jepang dan penyebab umum visa kerja Jepang ditolak agar pengajuan Anda lebih siap.

Kesimpulan

Magang dan visa kerja Jepang berbeda sejak tujuan awalnya. Magang berorientasi pelatihan dengan batas 5 tahun dan keterbatasan pindah kerja. Visa kerja seperti SSW dan visa engineer memberi ruang karier lebih luas, termasuk kemungkinan membawa keluarga di SSW (ii). Mulai 1 April 2027, magang digantikan ESD yang lebih fleksibel dan dirancang sebagai jembatan menuju SSW.

Bila Anda membutuhkan pendampingan menyiapkan berkas, tim kami melayani pengurusan visa kerja Jepang untuk WNI.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa bedanya magang dan SSW Jepang?

Magang bertujuan alih keterampilan dengan batas 5 tahun dan pada dasarnya tidak boleh pindah tempat kerja. SSW adalah status kerja untuk bidang yang kekurangan tenaga, memperbolehkan pindah kerja dalam kategori yang sama, dan SSW (ii) dapat diperpanjang tanpa batas jumlah.

Apakah program magang Jepang dihapus pada 2027?

Menurut ISA, program magang direstrukturisasi menjadi Employment for Skill Development (ESD) yang berlaku mulai 1 April 2027. Peserta magang yang sudah berjalan pada tanggal itu tetap dapat melanjutkan magangnya sesuai aturan transisi.

Apakah peserta magang bisa lanjut ke visa kerja SSW?

Bisa. Peserta yang berhasil menyelesaikan Technical Intern Training (ii) dibebaskan dari ujian yang biasanya diwajibkan untuk SSW (i), sehingga dapat beralih ke SSW (i) di bidang terkait.

Apakah visa kerja Jepang bisa membawa keluarga?

Tergantung jenisnya. SSW (i) tidak dapat membawa keluarga, sedangkan SSW (ii) dapat membawa keluarga dengan syarat tertentu. Ketentuan untuk status lain perlu dicek sesuai status tinggal Anda.

Apakah peserta ESD boleh pindah perusahaan?

Boleh dengan syarat tertentu. Menurut ISA, pindah perusahaan atas keinginan sendiri mensyaratkan, antara lain, lulus ujian keterampilan dan bahasa Jepang pada level yang ditetapkan untuk tiap bidang.

Sumber

  1. ISA – Outline of Employment for Skill Development Program (Revised July 2026) · moj.go.jp
  2. ISA – Undang-undang revisi (berlaku 1 April 2027) · moj.go.jp
  3. MAFF – 育成就労制度 · maff.go.jp
  4. Embassy of Japan in Pakistan – Working in Japan · pk.emb-japan.go.jp

Aturan dapat berubah sewaktu-waktu. Kami memakai ketentuan terbaru saat memeriksa dokumen Anda.